Jumat, 21 November 2014

Ciri Morfometrik, Meristik dan Sistem Integument Ikan Bawal


LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM
MATA KULIAH IKHTIOLOGI

CIRI MORFOMETRIK DAN MERISTIK


Oleh:
EKA PUTRI
O 271 13 088












PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2014



LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM
MATA KULIAH IKHTIOLOGI
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat
Dalam Menyelesaikan Mata Kuliah
Ikhtiologi







EKA PUTRI
O 271 13 088








 












PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2014



HALAMAN PENGESAHAN
Judul               :    Laporan Sementara Praktikum Ikhtiologi pengamatan Ciri Morfometrik dan Meristik.
Nama              :    Eka putri
Stambuk          :    O 271 13 088
Kelompok      :    2 (dua)
Jurusan            :    Peternakan
Fakultas          :    Peternakan dan Perikanan
Universitas      :    Tadulako
 Palu, 19 Maret 2014
    Penulis
Mengetahui;
Koordinator Praktikum                                                           Asisten Praktikum
                               Ikhtiologi



                                Rasul                                                                          Rika Handayani
                          O 271 10 049                                                                       O 271 11 028

Menyetujui;
Dosen Koordinator Mata Kuliah
Ikhtiologi
Dr. Ir. Fadly Y Tantu M.Si
NIP. 196211 199403 1 001

UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur penulis khaturkan kepada ALLAH SWT. Tuhan yang maha kuasa karena atas rahmat dan hidaya-nya sehingga laporan peraktek iktiologi ini dapat dibuat dengan tepat waktu. Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu, penulis senantiasa mengharapkan saran dan keritik yang bersifat membangun. dari semua pihak demi menambah wawasan tentang penulisan laporan praktikum seperti ini.
Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Ir. Novalina Serdiati, M.Si selaku Koordinator mata kuliah ikhtiologi, beserta Rika Handayani selaku asisten praktikum mata kuliah ikhtiologi. Dan tak lupa pula ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Muh. Hidayatullah yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini.
Demikian laporan ini disusun, semoga kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua, dan muda-mudahan kita semua akan selalu tetap dalam lindungan Allah SWT, “Amin”.

Palu, 19 Maret 2014
                                                                                             Penulis


DAFTAR ISI      
         Halaman
HALAMAN SAMPUL..................................................................................... i
HALAMAN JUDUL........................................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN  ....................................................................... iii
UCAPAN TERIMA KASIH........................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR....................................................................................... vii
DAFTAR TABEL............................................................................................ viii
I.     PENDAHULUAN
       1.1     Latar Belakang................................................................................... 1
       1.2     Tujuan dan Kegunaan......................................................................... 2
II.  TINJAUAN PUSTAKA
       2.1     Klasifikasi........................................................................................... 3
2.2     Morfometrik....................................................................................... 4
2.3     Meristik............................................................................................... 5
2.4     Integumen........................................................................................... 5
III. METODE PRAKTEK
       3.1     Waktu dan Tempat............................................................................. 7
       3.2     Alat dan Bahan................................................................................... 7
       3.3     Prosedur Kerja.................................................................................... 8
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
       4.1     Hasil.................................................................................................... 9
                 4.1.1    Morfometrik............................................................................ 9
                 4.1.2    Meristik................................................................................... 10
                 4.1.3    Integumen............................................................................... 11
4.2     Pembahasan........................................................................................ 11
          4.2.1    Morfometrik............................................................................ 11
          4.2.2    Meristik................................................................................... 12
          4.2.3    Integumen............................................................................... 13
V.  KESIMPULAN DAN SARAN
       5.1     Kesimpulan......................................................................................... 14
       5.2     Saran ..................................................................................................  15
DAFTAR PUSTAKA


 DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Morfologi Ikan Bawal (Colossoma macropomum).......................... 3
Gambar 2. Sisik Ikan Bawal (Colossoma macropomum)................................... 11
 
DAFTAR TABEL
  Halaman
Tabel 1. Alat dan Bahan Praktikum Morfometrik dan Meristik......................... 7
Tabel 2. Lembar Kerja Morfometrik Ikan Bawal (Colossoma macropomum)... 9
Tabel 3. Lembar Kerja Meristik Ikan Bawal (Colossoma macropomum).......... 10

 I.  PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Morfometrik adalah ukuran yang berhubungan dengan ukuran panjang, lebar, tinggi dari tubuh atau bagian-bagian tubuh ikan . Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh ikan yang biasanya diukur antara lain Panjang total, panjang cagak, panjang standar, panjang kepala, panjang bagian sirip punggung, panjang batang ekor, tinggi badan, tinggi batang ekor, tinggi kepala, lebar kepala, lebar badan, panjang hidung, panjang bagian kepala dibelakang mata, lebar ruang antar mata diameter mata, panjang rahang atas, panjang rahang bawah, lebar bukaan mulut, tinggi dibawah mata, panjang dasar sirip punggung, panjang dasr sirip anal, tinggi sirip punggung, panjang sirip dada, dan panjang sirip perut. Sedangkan pada ciri meristik adalah ciri  yang berkaitan dengan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan misalnya  pada sirip, sisik dan insang (Rahardjo, M.F,. 1980)
Berbeda dengan karakter morfometrik yang menekankan pada pengukuran bagian-bagian tertentu tubuh ikan, karakter meristik berkaitan dengan penghitungan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan. Bagian-bagian tubuh ikan yang biasanya dihitung antara lain jumlah jari-jari keras dan lemah, jumlah sisik, jumlah sirip, jumlah tapis insang, jumlah sisik predorsal, jumlah sisik keliling badan, jumlah sisik batang ekor dan jumlah finlet (Alamsjah, 1974).
 1.2       Tujuan dan Kegunaan
Praktikum Ikhtiologi mengenai Morfometrik dan meristik ikan bawal bertujuan untuk mengetahui bagian tubuh ikan bawal dan menghitung jumlah dari karakter tertentu pada bagian tubuh ikan. Sedangkan pada kegunaan praktikum ikhtiologi tentang Morfometrik dan Meristik ini adalah agar praktikan dapat mengetahui bagian-bagian tubuh ikan bawal dan dapat menghitung berapa jumlah sisik, jumlah jari-jari sirip lemah ataupun keras pada ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum).
 II.  TINJAUAN PUSTAKA
2.1        Klasifikasi Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
Klasifikasi ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) menurut Saanin (1968) adalah sebagai berikut :
Filum : Chordata
Subfilum : Craniata
Kelas : Pisces
Subkelas : Neopterigii
Ordo : Cypriniformes
Subordo : Cyprinoidea
Famili : Characidae
Genus : Colossoma
                                                                        Species : Colossoma macropomum


 








Gambar 1. Ikan Bawal (Colossoma macropomum)


2.2        Morfometrik 
Morfometrik adalah ukuran yang berhubungan dengan ukuran panjang, lebar, tinggi dari tubuh atau bagian-bagian tubuh ikan . Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh ikan yang biasanya diukur antara lain Panjang total, panjang cagak, panjang standar, panjang kepala, panjang bagian sirip punggung, panjang batang ekor, tinggi badan, tinggi batang ekor, tinggi kepala, lebar kepala, lebar badan, panjang hidung, panjang bagian kepala dibelakang mata, lebar ruang antar mata diameter mata, panjang rahang atas, panjang rahang bawah, lebar bukaan mulut, tinggi dibawah mata, panjang dasar sirip punggung, panjang dasr sirip anal, tinggi sirip punggung, panjang sirip dada, dan panjang sirip perut. Sedangkan pada ciri meristik adalah ciri  yang berkaitan dengan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan misalnya  pada sirip, sisik dan insang (Rahardjo, M.F,. 1980)
Ukuran ikan menunjukan besar kecilnya ikan, apabila panjangnya lebih dari 10 cm, yang dimaksud panjang yang diukur dari ujung mulut ikan sampai dengan ujung ekor yang disebut panjang total (Machar, 1991).
Ikan bawal mempunyai beragam jenis misalnya  mata besar, sirip , sisik, ekor panjang, dan lain-lain. Selain jenisnya yang beragam ikan bawal juga mempunyai ukuran yang beragam pula baik karena jenisnya maupun perubahan karena sejalan dengan perkembangan dalam daur hidupnya sejak lahir sampai dewasa (Pratigyo,1984)
 2.3       Meristik
Meristik adalah penghitungan secara kuantitatif ciri-ciri (bagian tubuh) ikan, misalnya jumlah dan ukuran sirip. Meristik dapat digunakan untuk menggambarkan keterangan-keterangan spesies ikan, atau digunakan untuk identifikasi spesies yang belum diketahui. Ciri yang berkaitan dengan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan, yang meliputi jumlah sirip, perumusan jari-jari sirip, sisik dan insang (Rahardjo, 1980).
Berbeda dengan karakter morfometrik yang menekankan pada pengukuran bagian-bagian tertentu tubuh ikan, karakter meristik berkaitan dengan penghitungan jumlah bagian-bagian tubuh ikan (counting methods). (Alamsjah, 1974)
Untuk mengetahui ukuran dan jumlah tubuh pada suatu organisme dan menghitung jumlah dari setiap karakter pada ikan tersebut, maka dapat di lakukan dua metode atau cara pengukuran pada tubuh ikan yaitu pada morfometrik dan meristik (Saanin, 1984).
2.4       Integumen
   Menurut Djuhanda (1981), sistem integument terdiri dari kulit dan derivat-derivatnya. Yang termasuk derivat kulit adalah sisik, jari-jari sirip, skut, keel, kelenjar lendir, dan kelenjar racun. Seperti sisik mempunyai empat tipe berdasarkan bentuknya yaitu:
a.    Placoid yaitu sisik yang berbentuk piring dimana tiap sisik memiliki bagian yang berbentuk mangkuk kecil.
b.    Rhomboic yaitu sisik yang menyerupai bentuk diamond atau jajar genjang.
c.    Cycloid yaitu sisik yang memiliki garis-garis yang melingkar.
d.   Ctenoid hampir sama dengan tipe cycloid tetapi memiliki duri-duri kecil pada bagian posterior dari sisik
Sistim integumen berfungsi untuk memberikan pewarnaan pada organisme agar dapat menjadi indah, selain itu Sistem Integumen atau kulit pada hewan vertebrata secara umum hampir sama yaitu terdiri dari epidermis turunan dari ektoderm dan dermis turunan dari Mesoderm 2 pola warna pada ikan disebabkan oleh tiga hal yaitu karena konfigurasi Fisik. Lebih lanjut di nyatakan bahwa sistem integument adalah bagian tubuh yang berada pada bagian teluar. Sistem integumen terdiri dari kulit dan derivat-derivatnya yang termasuk derivat kulit adalah sisik, jari-jari, sirip, skut, kill, kelenjar lendir dan kelenjar laven (Bond, 1979).
Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak seperti kelenjar ekresi tetapi dapat juga berupa struktur keras, dari kulit ini dinamakan eksoskelet sehubungan dengan bervariasinya sistem integumen seperti pada ikan maka fungsinya juga mempunyai ciri yang terdiri dari sisik, kulit, dan lendir/kelenjar lendir, epidermis, dermis, chomataphore dan otot. Fungsi Integumen yakni membantu mencirikan corak atau pewarnaan pana kulit ikan (sisik) agar dapat memberikan keindahan pada ikan, selain itu Integumen juga perlu di mengerti karena bertujuanuntuk mengetahui sistim yang berhubungan dengan darifat kulit dan pola warna ikan (Alamsjah, 1974)

III.  METODE PRAKTEK
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Ikhtiologi pengamatan Morfometrik dan Meristik di laksanakan pada hari Rabu, 12 Maret 2014 pukul 13.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako Palu.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum Ikhtiologi mengenai Morfometrik dan meristik
Tabel 1. Alat dan Bahan Praktikum Morfometrik dan Meristik
Alat dan Bahan
Fungsi
Modul
Untuk mencatat hasil yang telah kita dapat pada saat praktikum
Baki Preparat
Sebagai tempat organisme (ikan) yang akan di bedah.
Pisau Bedah
Untuk membelah bagian tertentu pada tubuh terutama jika gunting sulit di gunakan
Pinset Berujung lurus
Untuk mengambil organ yang akan di amati, menahan bagian tertentu pada waktu pembedahan dan sebagainya.
Gunting Berujung Tajam
Di gunakan untuk membedah bagian-bagian tertentu tubuh ikan
Mistar


Sebagai alat untuk mengukur struktur ikan.


Bahan yang digunakan adalah Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) Sebagai bahan yang akan di amati.

3.3       Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja yang kita lakukan pada saat praktikum adalah sebagai berikut:
1.    Menyiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan dalam praktikum
2.    Meletakkan ikan yang akan di amati di atas baki preparat
3.    Pastikanlah kepala ikan berada di sebelah kiri.
4.    Menghitung jumlah bagian tubuh yang menyatakan ciri meristik
5.    Melengkapi tabel lembar kerja dengan hasil pengukuran dan perhitungan yang dilakukan
6.    Membersihkan kembali semua peralatan yang digunakan serta menyimpannya.

IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1       Hasil
4.1.1    Morfometrik
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan pada ikan bawal mengenai Morfometrik maka memperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 2. Lembar Kerja Morfometrik Ikan Bawal air tawar (Colossoma    
             macropomum)



                         Jenis Ikan

No
Bagian Tubuh yang di Ukur
Ikan Bawal
(Colossoma macropomum)
Hasil
1
Panjang Total
23
100%
2
Panjang Garpu/Cagak
(21/23) x 100
91,3%
3
Panjang Baku
(19/23) x 100
82,6%
4
Panjang Kepala
(5,5/23) x 100
23,9%
5
Panjang Predorsal
(9/23) x 100
39,1%
6
Panjang Batang Ekor
(2/23) x 100
8,6%
7
Tinggi Badan
(10/23) x 100
43,4%
8
Tinggi Batang Ekor
(2/23) x 100
8,6%
9
Tinggi Kepala
(6/23) x 100
26,0%
10
Lebar Kepala
(3/23) x 100
13,0%
11
Lebar Badan
(3/23) x 100
13,0%
12
Panjang Hidung
(1/23) x 100
4,3%
13
Panjang Bagian Kepala di Belakang Mata
(2/23) x 100
8,6%
14
Lebar Ruang Antar Mata
(2,5/23) x 100
10,8%
15
Diameter Mata
(1,2/23) x 100
5,2%
16
Panjang Rahang Atas
(1,5/23) x 100
6,5%
17
Panjang Rahang Bawah
(1,5/23) x 100
6,5%
18
Lebar Bukaan Mulut
(2/23) x 100
8,6%
19
Tinggi di Bawah Mata
(0,5/23) x 100
2,1%
20
Panjang Dasar Sirip Punggung
(4/23) x 100
17,3%
21
Panjang Dasar Sirip Anal
(4,5/23) x 100
19,5%
22
Tinggi Sirip Punggung
(2,5/23) x 100
10,8%
23
Panjang Sirip Dada
(3/23) x 100
13,0%
24
Panjang Sirip Perut
(3/23) x 100
13,0%

4.1.2    Meristik
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan pada ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) mengenai Meristik maka memperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 3. Lembar Kerja Meristik Ikan Bawal (Colossoma macropomum)



Jenis Ikan
NO
PARAMETER
Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
1
Jari-Jari Sirip Keras
Sirip D
Sirip C
Sirip A
Sirip P
Sirip V

IV
XII
IV
IV
III
2
Jari-Jari Sirip Lemah
Sirip D
Sirip C
Sirip A
Sirip P
Sirip V

12
14
20
12
5
3
Perumusan Sirip
Sirip D
Sirip C
Sirip A
Sirip P
Sirip V

D. IV.12
C. XII.14
A. IV.20
P.  IV.12
V.  III.5
4
Jumlah Sisik
Pada LL
Di Bawah LL
Di Atas LL

25
10
6
5
Jumlah Sisik Predorsal
10
6
Jumlah Sisik Pipi
10
7
Jumlah Sisik Keliling Badan
34
8
Jumlah Sisik Batang Ekor
5
9
Jumlah Tapis Insang
Bagian Bawah
Bagian Atas

19
17
10
Jumlah Finlet
1

4.1.3    Sistem Integumen
Berdasarkan dari hasil yang telah kita dapat pada praktikum ikhtiologi mengenai sistem integumen adalah sebagai berikut:
Sisik Kepala
Tipe Sisik: Cycloid


Sisik Badan
Tipe Sisik: Ctenoid

Sisik Ekor
Tipe Sisik: Ctenoid


Gambar 2. sisik Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
4.2       Pembahasan
4.2.1    Morfometrik
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada Ikan bawal (Colossoma macropomum) memiliki ciri Morfometrik seperti panjang total ikan dari ujung mulut sampai ujung ekor 23 cm, panjang garpu cagak 21 cm, panjang baku 19 cm, panjang kepala 5,5 cm, panjang predosal 9 cm, panjang batang ekor 2 cm, tinggi kepala 6 cm. Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Morfometrik adalah ukuran bagian bagian tertentu dari struktur tubuh ikan (measuring methods). Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Karakter morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain panjang total, panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan panjang sirip, dan diameter mata (Bond, 1979).
Ukuran ikan menunjukan besar kecilnya ikan, apabila panjangnya lebih dari 10 cm, yang dimaksud panjang yang diukur dari ujung mulut ikan sampai dengan ujung ekor yang disebut panjang total (Machar, 1991).
4.2.2    Meristik
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada Ikan bawal (Colossoma macropomum) memiliki ciri meristik pada ikan mujair memiliki jari-jari sirip keras Sirip D:IV, Sirip C:XII, Sirip A:IV, Sirip P:IV, Sirip V:III, memiliki jumlah sisik predorsal 10, jumlah sisik pipi 10, jumlah tapis insang bagian bawah lebih banyak di banding bagian atas, dan memiliki finlet.
Pada ikan bawal ini memiliki garis linea lateralis (gurat sisi) yang terletak dibawah garis sirip punggung di belakang ujung kepala hingga di depan pangkal ekor. Ikan bawal ini memiliki ciri khusus seperti finlet, kil, ataupun scute (Alamsjah, 1974).
Jenis ikan yang beragam juga mempunyai ukuran yang beragam pula, hal ini disebabkan oleh perubahan sejalan dengan perkembangan dalam daur hidupnya.  Walaupun ikan mempunyai ciri morfometrik dan meristik yang berbeda tapi pada umumnya sama (Fujaya, 2004).
 4.2.3    Sistem Integumen
   Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan, di mana ikan bawal mempunyai tipe sisik garis-garis melingkar. Ikan bawal memiliki badan yang pipih dan mempunyai warna yang abu-abu. Bentuk sisik kepalanya Cycloid, Sisik Badannya Ctenoid dan sisik ekornya Ctenoid. Kulit ikan terdiri dari dua lapisan luar yang di sebut epidermis dan bagian dalam di sebut dermis atau corium. Pola warna pada ikan di sebabkan oleh tiga hal yaitu karena konfigurasi fisik, pigmen pembawa warna dan sel khusus yang memberi warna pada ikan. Kulit pada ikan selain sebagai pembalut tubuh juga berfungsi sebagai alat pertahanan pertama terhadap penyakit, perlindungan dan penyesuaian diri terhadap factor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan ikan serta alat eksresi dan osmoregulasi. (Alamsjah, 1974).
Menurut Rahardjo,1994 Ikan bawal merupakan ikan yang bersisik,. Ikan mujair memiliki 3 tipe sisik, yakni sisik kepala, sisik badan, sisik ekor, dan sisik ikan berdasarkan bentuknya ada 4 macam, adalah placoid, rhomboic, cycloid, dan ctenoid. Lebih lanjut di nyatakan lagi bahwa ditubuh Ikan bawal terdapat sebagian besar lendir yang terletak di dalam epidermis mengeluarkan mucin. Jika mucin ini bercampur dengan air maka menghasilkan lendir .
 
V.  KESIMPULAN DAN SARAN
5.1       Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum mengenai pengamatan Ciri Morfometrik dan Meristik, dapat disimpulan bahwa pengamatan morfometrik ikan bawal (Colossoma macropomum) memiliki panjang total yang didapatkan 23 cm, panjang cagak 21 cm, panjang baku 19 cm dan panjang kepala 5,5 cm. Pada pengamatan meristik maka didapatkan jumlah sisik LL 25, jumlah sisik predorsal 11, jumlah sisik keliling badan 34 dan mempunyai 1 finlet. Dari hasil pengamatan yang kami lakukan, bahwa ikan bawal (Colossoma macropomum) mempunyai sisik yang hampir sama dengan Cycloid yaitu sisik Ctenoid hanya saja sisik Ctenoid memiliki duri-duri kecil pada bagian posteroir dari sisik. Kulit Ikan Mujair terdiri dari dua lapisan lapisan luar yang di sebut epidermis dan bagian dalam di sebut dermis.
Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Karakter morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain panjang total, panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan panjang sirip, dan diameter mata (Bond, 1979).
Ukuran ikan menunjukan besar kecilnya ikan, apabila panjangnya lebih dari 10 cm, yang dimaksud panjang yang diukur dari ujung mulut ikan sampai dengan ujung ekor yang disebut panjang total (Machar, 1991).
 5.2       Saran
Dari praktikum yang telah dilakukan saya menyarankan agar paraktikum selanjutnya dapat mengambil waktu yang lebih lama agar pada saat praktikum, praktikan tidak terburu-buru dalam menyelesaikan praktikumnya di dalam laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA
Alamsjah, Z. 1974. Ichthyologi I. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor
Bond, C.E. 1979. Biology of Fishes. W.B. Saunders Company, Philadelphia
Djuhanda, T,. 1981. Dunia Ikan. Armico, Bandung
Fujaya. Y, 2004.  Fisiologi Ikan.  Rineka Cipta, Jakarta
Machar, R, 1991. Kegiatan Magang Mata Ajaran Iktiologi. Institut Pertanian. Fakultas Perikanan.
Rahardjo, M.F,. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor
Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid 1 dan 2. Bina Cipta, Jakarta