LAPORAN SEMENTARA
PRAKTIKUM
MATA KULIAH IKHTIOLOGI
CIRI MORFOMETRIK DAN MERISTIK
Oleh:
EKA
PUTRI
O 271 13 088

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2014
LAPORAN SEMENTARA
PRAKTIKUM
MATA KULIAH
IKHTIOLOGI
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat
Dalam Menyelesaikan Mata Kuliah
Ikhtiologi
EKA
PUTRI
O 271 13 088
![]() |
PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2014
HALAMAN PENGESAHAN
Judul : Laporan Sementara
Praktikum Ikhtiologi pengamatan Ciri Morfometrik dan Meristik.
Nama : Eka putri
Stambuk : O 271 13
088
Kelompok
: 2 (dua)
Jurusan : Peternakan
Fakultas : Peternakan
dan Perikanan
Universitas : Tadulako
Palu, 19 Maret 2014
Penulis
Mengetahui;
Koordinator Praktikum Asisten Praktikum
Ikhtiologi
Rasul Rika Handayani
O 271 10 049 O 271 11 028
Menyetujui;
Dosen
Koordinator Mata Kuliah
Ikhtiologi
Dr. Ir. Fadly Y
Tantu M.Si
NIP. 196211
199403 1 001
UCAPAN TERIMA
KASIH
Puji syukur penulis khaturkan kepada ALLAH SWT. Tuhan yang
maha kuasa karena atas rahmat dan hidaya-nya sehingga laporan peraktek iktiologi ini dapat dibuat dengan tepat waktu. Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu, penulis senantiasa mengharapkan
saran dan keritik yang bersifat membangun. dari semua pihak demi
menambah wawasan tentang penulisan laporan praktikum seperti ini.
Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Ir.
Novalina Serdiati, M.Si selaku Koordinator mata kuliah ikhtiologi, beserta Rika
Handayani selaku asisten praktikum mata kuliah ikhtiologi. Dan tak lupa pula
ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Muh. Hidayatullah yang telah
banyak membantu dalam pembuatan laporan ini.
Demikian laporan ini disusun,
semoga kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua, dan muda-mudahan kita semua akan selalu tetap dalam lindungan
Allah SWT, “Amin”.
Palu, 19
Maret 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL.....................................................................................
i
HALAMAN JUDUL........................................................................................
ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii
UCAPAN TERIMA
KASIH........................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR....................................................................................... vii
DAFTAR
TABEL............................................................................................ viii
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................................
1
1.2
Tujuan dan Kegunaan......................................................................... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi...........................................................................................
3
2.2 Morfometrik.......................................................................................
4
2.3 Meristik...............................................................................................
5
2.4 Integumen...........................................................................................
5
III. METODE
PRAKTEK
3.1 Waktu dan Tempat............................................................................. 7
3.2 Alat dan Bahan................................................................................... 7
3.3 Prosedur
Kerja.................................................................................... 8
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil....................................................................................................
9
4.1.1 Morfometrik............................................................................
9
4.1.2 Meristik...................................................................................
10
4.1.3 Integumen...............................................................................
11
4.2 Pembahasan........................................................................................
11
4.2.1 Morfometrik............................................................................
11
4.2.2 Meristik...................................................................................
12
4.2.3 Integumen...............................................................................
13
V. KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1 Kesimpulan......................................................................................... 14
5.2 Saran .................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR
GAMBAR
Halaman
Gambar
1. Morfologi Ikan Bawal (Colossoma
macropomum)..........................
3
Gambar
2. Sisik Ikan Bawal (Colossoma
macropomum)................................... 11
DAFTAR
TABEL
Halaman
Tabel
1. Alat dan Bahan Praktikum Morfometrik dan Meristik......................... 7
Tabel 2. Lembar Kerja Morfometrik Ikan Bawal (Colossoma macropomum)...
9
Tabel
3. Lembar Kerja Meristik Ikan
Bawal (Colossoma macropomum).......... 10
1.1
Latar Belakang
Morfometrik
adalah ukuran yang berhubungan dengan ukuran panjang, lebar, tinggi dari tubuh
atau bagian-bagian tubuh ikan . Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian
tubuh ke bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh ikan yang
biasanya diukur antara lain Panjang total, panjang cagak, panjang standar,
panjang kepala, panjang bagian sirip punggung, panjang batang ekor, tinggi
badan, tinggi batang ekor, tinggi kepala, lebar kepala, lebar badan, panjang
hidung, panjang bagian kepala dibelakang mata, lebar ruang antar mata diameter
mata, panjang rahang atas, panjang rahang bawah, lebar bukaan mulut, tinggi
dibawah mata, panjang dasar sirip punggung, panjang dasr sirip anal, tinggi
sirip punggung, panjang sirip dada, dan panjang sirip perut. Sedangkan pada
ciri meristik adalah ciri yang berkaitan
dengan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan misalnya pada sirip, sisik dan insang (Rahardjo, M.F,. 1980)
Berbeda dengan
karakter morfometrik yang menekankan pada pengukuran bagian-bagian tertentu
tubuh ikan, karakter meristik berkaitan dengan penghitungan jumlah bagian
tertentu dari tubuh ikan. Bagian-bagian tubuh ikan yang biasanya dihitung antara
lain jumlah jari-jari keras dan lemah, jumlah sisik, jumlah sirip, jumlah tapis
insang, jumlah sisik predorsal, jumlah sisik keliling badan, jumlah sisik
batang ekor dan jumlah finlet (Alamsjah, 1974).
1.2
Tujuan dan Kegunaan
Praktikum
Ikhtiologi mengenai
Morfometrik dan meristik ikan bawal bertujuan untuk mengetahui bagian tubuh
ikan bawal dan menghitung jumlah dari karakter tertentu pada bagian tubuh ikan.
Sedangkan pada kegunaan praktikum ikhtiologi tentang Morfometrik dan Meristik
ini adalah agar praktikan dapat mengetahui bagian-bagian tubuh ikan bawal dan dapat
menghitung berapa jumlah sisik, jumlah jari-jari sirip lemah ataupun keras pada
ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum).
2.1
Klasifikasi
Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
Klasifikasi
ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) menurut Saanin (1968)
adalah sebagai berikut :
Filum : Chordata
Subfilum : Craniata
Kelas : Pisces
Subkelas :
Neopterigii
Ordo :
Cypriniformes
Subordo :
Cyprinoidea
Famili :
Characidae
Genus : Colossoma
Species
: Colossoma macropomum
![]() |
Gambar 1. Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
2.2 Morfometrik
Morfometrik
adalah ukuran yang berhubungan dengan ukuran panjang, lebar, tinggi dari tubuh
atau bagian-bagian tubuh ikan . Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian
tubuh ke bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh ikan yang
biasanya diukur antara lain Panjang total, panjang cagak, panjang standar,
panjang kepala, panjang bagian sirip punggung, panjang batang ekor, tinggi
badan, tinggi batang ekor, tinggi kepala, lebar kepala, lebar badan, panjang
hidung, panjang bagian kepala dibelakang mata, lebar ruang antar mata diameter
mata, panjang rahang atas, panjang rahang bawah, lebar bukaan mulut, tinggi
dibawah mata, panjang dasar sirip punggung, panjang dasr sirip anal, tinggi
sirip punggung, panjang sirip dada, dan panjang sirip perut. Sedangkan pada
ciri meristik adalah ciri yang berkaitan
dengan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan misalnya pada sirip, sisik dan insang (Rahardjo, M.F,. 1980)
Ukuran ikan menunjukan besar kecilnya ikan, apabila
panjangnya lebih dari 10 cm, yang dimaksud panjang yang diukur dari ujung mulut
ikan sampai dengan ujung ekor yang disebut panjang total (Machar,
1991).
Ikan bawal mempunyai beragam jenis
misalnya mata besar, sirip , sisik, ekor
panjang, dan lain-lain. Selain jenisnya yang beragam ikan bawal juga mempunyai ukuran
yang beragam pula baik karena jenisnya maupun perubahan karena sejalan dengan
perkembangan dalam daur hidupnya sejak lahir sampai dewasa (Pratigyo,1984)
2.3 Meristik
Meristik
adalah penghitungan secara kuantitatif ciri-ciri (bagian tubuh) ikan, misalnya
jumlah dan ukuran sirip. Meristik dapat digunakan untuk menggambarkan
keterangan-keterangan spesies ikan, atau digunakan untuk identifikasi spesies
yang belum diketahui. Ciri yang berkaitan dengan jumlah bagian tertentu dari
tubuh ikan, yang meliputi jumlah sirip, perumusan jari-jari sirip, sisik dan
insang (Rahardjo, 1980).
Berbeda
dengan karakter morfometrik yang menekankan pada pengukuran bagian-bagian
tertentu tubuh ikan, karakter meristik berkaitan dengan penghitungan jumlah
bagian-bagian tubuh ikan (counting methods). (Alamsjah, 1974)
Untuk mengetahui ukuran dan jumlah tubuh
pada suatu organisme dan menghitung jumlah dari setiap karakter pada ikan
tersebut, maka dapat di lakukan dua metode atau cara pengukuran pada tubuh ikan
yaitu pada morfometrik dan meristik (Saanin, 1984).
2.4 Integumen
Menurut Djuhanda (1981), sistem integument
terdiri dari kulit dan derivat-derivatnya. Yang termasuk derivat kulit adalah
sisik, jari-jari sirip, skut, keel, kelenjar lendir, dan kelenjar racun.
Seperti sisik mempunyai empat tipe berdasarkan bentuknya yaitu:
a. Placoid
yaitu sisik yang berbentuk piring dimana tiap sisik memiliki bagian yang
berbentuk mangkuk kecil.
b. Rhomboic
yaitu sisik yang menyerupai bentuk diamond atau jajar genjang.
c. Cycloid
yaitu sisik yang memiliki garis-garis yang melingkar.
d. Ctenoid
hampir sama dengan tipe cycloid tetapi memiliki duri-duri kecil pada bagian
posterior dari sisik
Sistim integumen berfungsi untuk memberikan pewarnaan pada organisme agar
dapat menjadi indah, selain itu Sistem Integumen atau kulit pada hewan
vertebrata secara umum hampir sama yaitu terdiri dari epidermis turunan dari
ektoderm dan dermis turunan dari Mesoderm 2 pola warna pada ikan disebabkan
oleh tiga hal yaitu karena konfigurasi Fisik. Lebih lanjut di nyatakan bahwa
sistem integument adalah bagian tubuh yang berada pada bagian teluar. Sistem
integumen terdiri dari kulit dan derivat-derivatnya yang termasuk derivat kulit
adalah sisik, jari-jari, sirip, skut, kill, kelenjar lendir dan kelenjar laven
(Bond, 1979).
Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak seperti kelenjar ekresi
tetapi dapat juga berupa struktur keras, dari kulit ini dinamakan eksoskelet
sehubungan dengan bervariasinya sistem integumen seperti pada ikan maka
fungsinya juga mempunyai ciri yang terdiri dari sisik, kulit, dan
lendir/kelenjar lendir, epidermis, dermis, chomataphore dan otot. Fungsi
Integumen yakni membantu mencirikan corak atau pewarnaan pana kulit ikan (sisik)
agar dapat memberikan keindahan pada ikan, selain itu Integumen juga perlu di mengerti
karena bertujuanuntuk mengetahui sistim yang berhubungan dengan darifat kulit
dan pola warna ikan (Alamsjah, 1974)
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum
Ikhtiologi pengamatan Morfometrik dan Meristik di laksanakan pada hari Rabu, 12
Maret 2014 pukul 13.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas
Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako Palu.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum Ikhtiologi mengenai Morfometrik
dan meristik
Tabel 1.
Alat dan Bahan Praktikum Morfometrik dan Meristik
|
Alat dan Bahan
|
Fungsi
|
|
Modul
|
Untuk
mencatat hasil yang telah kita dapat pada saat praktikum
|
|
Baki Preparat
|
Sebagai
tempat organisme (ikan) yang akan di bedah.
|
|
Pisau
Bedah
|
Untuk
membelah bagian tertentu pada tubuh terutama jika gunting sulit di gunakan
|
|
Pinset
Berujung lurus
|
Untuk
mengambil organ yang akan di amati, menahan bagian tertentu pada waktu pembedahan
dan sebagainya.
|
|
Gunting
Berujung Tajam
|
Di gunakan
untuk membedah bagian-bagian tertentu tubuh ikan
|
|
Mistar
|
Sebagai alat untuk mengukur
struktur ikan.
|
Bahan yang
digunakan adalah Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) Sebagai
bahan yang akan di amati.
3.3 Prosedur kerja
Adapun
prosedur kerja yang kita lakukan pada saat praktikum adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan
alat dan bahan yang akan di gunakan dalam praktikum
2. Meletakkan
ikan yang akan di amati di atas baki preparat
3. Pastikanlah
kepala ikan berada di sebelah kiri.
4. Menghitung
jumlah bagian tubuh yang menyatakan ciri meristik
5. Melengkapi
tabel lembar kerja dengan hasil pengukuran dan perhitungan yang dilakukan
6.
Membersihkan kembali semua peralatan
yang digunakan serta menyimpannya.
4.1
Hasil
4.1.1 Morfometrik
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan pada ikan bawal mengenai Morfometrik maka memperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 2. Lembar Kerja Morfometrik
Ikan Bawal
air tawar (Colossoma
macropomum)
|
|
|
Jenis Ikan
|
|
|
No
|
Bagian Tubuh
yang di Ukur
|
Ikan Bawal
(Colossoma
macropomum)
|
Hasil
|
|
1
|
Panjang Total
|
23
|
100%
|
|
2
|
Panjang Garpu/Cagak
|
(21/23) x 100
|
91,3%
|
|
3
|
Panjang Baku
|
(19/23) x 100
|
82,6%
|
|
4
|
Panjang Kepala
|
(5,5/23) x 100
|
23,9%
|
|
5
|
Panjang Predorsal
|
(9/23) x 100
|
39,1%
|
|
6
|
Panjang Batang Ekor
|
(2/23) x 100
|
8,6%
|
|
7
|
Tinggi Badan
|
(10/23) x 100
|
43,4%
|
|
8
|
Tinggi Batang Ekor
|
(2/23) x 100
|
8,6%
|
|
9
|
Tinggi Kepala
|
(6/23) x 100
|
26,0%
|
|
10
|
Lebar Kepala
|
(3/23) x 100
|
13,0%
|
|
11
|
Lebar Badan
|
(3/23) x 100
|
13,0%
|
|
12
|
Panjang Hidung
|
(1/23) x 100
|
4,3%
|
|
13
|
Panjang Bagian Kepala di Belakang Mata
|
(2/23) x 100
|
8,6%
|
|
14
|
Lebar Ruang Antar Mata
|
(2,5/23) x 100
|
10,8%
|
|
15
|
Diameter Mata
|
(1,2/23) x 100
|
5,2%
|
|
16
|
Panjang Rahang Atas
|
(1,5/23) x 100
|
6,5%
|
|
17
|
Panjang Rahang Bawah
|
(1,5/23) x 100
|
6,5%
|
|
18
|
Lebar Bukaan Mulut
|
(2/23) x 100
|
8,6%
|
|
19
|
Tinggi di Bawah Mata
|
(0,5/23) x 100
|
2,1%
|
|
20
|
Panjang Dasar Sirip Punggung
|
(4/23) x 100
|
17,3%
|
|
21
|
Panjang Dasar Sirip Anal
|
(4,5/23) x 100
|
19,5%
|
|
22
|
Tinggi Sirip Punggung
|
(2,5/23) x 100
|
10,8%
|
|
23
|
Panjang Sirip Dada
|
(3/23) x 100
|
13,0%
|
|
24
|
Panjang Sirip Perut
|
(3/23) x 100
|
13,0%
|
4.1.2 Meristik
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan pada ikan bawal air tawar (Colossoma
macropomum) mengenai Meristik maka memperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 3. Lembar
Kerja Meristik Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
|
|
|
Jenis Ikan
|
|
NO
|
PARAMETER
|
Ikan Bawal (Colossoma
macropomum)
|
|
1
|
Jari-Jari
Sirip Keras
Sirip D
Sirip C
Sirip A
Sirip P
Sirip V
|
IV
XII
IV
IV
III
|
|
2
|
Jari-Jari
Sirip Lemah
Sirip D
Sirip C
Sirip A
Sirip P
Sirip V
|
12
14
20
12
5
|
|
3
|
Perumusan
Sirip
Sirip D
Sirip C
Sirip A
Sirip P
Sirip V
|
D. IV.12
C. XII.14
A. IV.20
P. IV.12
V. III.5
|
|
4
|
Jumlah Sisik
Pada LL
Di Bawah LL
Di Atas LL
|
25
10
6
|
|
5
|
Jumlah Sisik
Predorsal
|
10
|
|
6
|
Jumlah Sisik
Pipi
|
10
|
|
7
|
Jumlah Sisik
Keliling Badan
|
34
|
|
8
|
Jumlah Sisik
Batang Ekor
|
5
|
|
9
|
Jumlah Tapis
Insang
Bagian Bawah
Bagian Atas
|
19
17
|
|
10
|
Jumlah Finlet
|
1
|
4.1.3 Sistem
Integumen
Berdasarkan
dari hasil yang telah kita dapat pada praktikum ikhtiologi mengenai sistem
integumen adalah sebagai berikut:
|
Sisik
Kepala
Tipe
Sisik: Cycloid
![]() |
Sisik
Badan
Tipe
Sisik: Ctenoid
![]() |
Sisik
Ekor
Tipe Sisik: Ctenoid
![]() |
Gambar
2. sisik Ikan Bawal (Colossoma macropomum)
4.2 Pembahasan
4.2.1 Morfometrik
Dari hasil
pengamatan yang dilakukan pada Ikan bawal (Colossoma macropomum)
memiliki ciri Morfometrik seperti panjang total ikan dari ujung mulut sampai
ujung ekor 23 cm, panjang garpu cagak 21 cm, panjang baku 19 cm, panjang kepala
5,5 cm, panjang predosal 9 cm, panjang batang ekor 2 cm, tinggi kepala 6 cm. Setiap
ikan mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada umur, jenis kelamin,
dan keadaan lingkungan hidupnya. Morfometrik adalah ukuran bagian bagian
tertentu dari struktur tubuh ikan (measuring methods). Ukuran ikan
adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Karakter
morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain panjang total,
panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan panjang sirip,
dan diameter mata (Bond, 1979).
Ukuran
ikan
menunjukan
besar
kecilnya
ikan, apabila
panjangnya
lebih
dari 10
cm, yang dimaksud
panjang yang diukur
dari
ujung
mulut
ikan
sampai
dengan
ujung
ekor yang disebut
panjang total (Machar,
1991).
4.2.2 Meristik
Dari
hasil pengamatan yang dilakukan pada Ikan bawal (Colossoma macropomum)
memiliki ciri meristik pada ikan mujair memiliki jari-jari sirip keras Sirip D:IV,
Sirip C:XII, Sirip A:IV, Sirip P:IV, Sirip V:III, memiliki jumlah sisik
predorsal 10, jumlah sisik pipi 10, jumlah tapis insang bagian bawah lebih
banyak di banding bagian atas, dan memiliki finlet.
Pada
ikan bawal ini memiliki garis linea lateralis (gurat sisi) yang terletak
dibawah garis sirip punggung di belakang ujung kepala hingga di depan pangkal
ekor. Ikan bawal ini memiliki ciri khusus seperti finlet, kil, ataupun scute (Alamsjah, 1974).
Jenis ikan yang beragam juga mempunyai ukuran yang
beragam pula, hal ini disebabkan oleh perubahan sejalan dengan perkembangan
dalam daur hidupnya. Walaupun ikan mempunyai ciri morfometrik dan
meristik yang berbeda tapi pada umumnya sama (Fujaya, 2004).
4.2.3 Sistem Integumen
Berdasarkan
hasil pengamatan yang kami lakukan, di mana ikan bawal mempunyai tipe sisik
garis-garis melingkar. Ikan bawal memiliki badan yang pipih dan mempunyai warna
yang abu-abu. Bentuk sisik kepalanya Cycloid,
Sisik Badannya Ctenoid dan sisik
ekornya Ctenoid. Kulit ikan terdiri
dari dua lapisan luar yang di sebut epidermis dan bagian dalam di sebut dermis
atau corium. Pola warna pada ikan di sebabkan oleh tiga hal yaitu karena
konfigurasi fisik, pigmen pembawa warna dan sel khusus yang memberi warna pada
ikan. Kulit pada ikan selain sebagai pembalut tubuh juga berfungsi sebagai alat pertahanan pertama terhadap penyakit, perlindungan dan penyesuaian diri terhadap factor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan ikan serta alat eksresi dan osmoregulasi. (Alamsjah,
1974).
Menurut
Rahardjo,1994 Ikan bawal merupakan ikan yang bersisik,. Ikan mujair memiliki 3
tipe sisik, yakni sisik kepala, sisik badan, sisik ekor, dan sisik ikan
berdasarkan bentuknya ada 4 macam, adalah placoid, rhomboic, cycloid, dan
ctenoid. Lebih lanjut di nyatakan lagi bahwa ditubuh Ikan bawal terdapat
sebagian besar lendir yang terletak di dalam epidermis mengeluarkan mucin. Jika
mucin ini bercampur dengan air maka menghasilkan lendir .
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum mengenai pengamatan Ciri
Morfometrik dan Meristik, dapat disimpulan bahwa pengamatan morfometrik ikan bawal (Colossoma macropomum) memiliki panjang total yang didapatkan 23 cm, panjang cagak 21 cm,
panjang baku 19 cm dan panjang kepala 5,5 cm. Pada pengamatan meristik maka didapatkan jumlah sisik LL 25, jumlah sisik predorsal 11, jumlah sisik keliling badan 34 dan mempunyai 1 finlet. Dari
hasil pengamatan yang kami lakukan, bahwa ikan bawal (Colossoma macropomum) mempunyai sisik yang hampir sama dengan Cycloid yaitu sisik Ctenoid hanya
saja sisik Ctenoid memiliki duri-duri
kecil pada bagian posteroir dari sisik. Kulit Ikan Mujair terdiri dari dua
lapisan lapisan luar
yang di sebut epidermis dan bagian dalam di sebut dermis.
Ukuran ikan
adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Karakter
morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain panjang total,
panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan panjang sirip,
dan diameter mata (Bond, 1979).
Ukuran
ikan
menunjukan
besar
kecilnya
ikan, apabila
panjangnya
lebih
dari 10
cm, yang dimaksud
panjang yang diukur
dari
ujung
mulut
ikan
sampai
dengan
ujung
ekor yang disebut
panjang total (Machar,
1991).
5.2 Saran
Dari
praktikum yang telah dilakukan saya menyarankan agar paraktikum selanjutnya
dapat mengambil waktu yang lebih lama agar pada saat praktikum, praktikan tidak
terburu-buru dalam menyelesaikan praktikumnya di dalam laboratorium.
Alamsjah, Z.
1974. Ichthyologi I. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut
Pertanian Bogor, Bogor
Bond, C.E. 1979. Biology of Fishes. W.B.
Saunders Company, Philadelphia
Djuhanda, T,. 1981. Dunia Ikan. Armico,
Bandung
Fujaya. Y, 2004. Fisiologi
Ikan. Rineka Cipta, Jakarta
Machar,
R, 1991. Kegiatan Magang Mata Ajaran Iktiologi. Institut Pertanian. Fakultas
Perikanan.
Rahardjo, M.F,.
1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut
Pertanian Bogor
Saanin, H. 1984.
Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid 1 dan 2. Bina Cipta, Jakarta





